a r g e n t o m e t r i

 


Titrasi pengendapan yang paling banyak dipakai karena hasil kali kelarutan garam perak halida (pseudohalida) sangat kecil :

Ksp AgCl             = 1,82 . 10-10

Ksp AgCN           = 2,2 . 10-16

Ksp AgCNS         = 1,1 . 10-12

Ksp AgI                = 8,3 . 10-17

Ksp AgBr             = 5,0 . 10-13

Tiga cara penentuan titik akhir titrasi :

  1. cara Mohr             indikator CrO4-2
  2. cara Volhard         indikator Fe3+
  3. cara Fajans           Fluorescein (indikator adsorpsi)
  • Titrasi Mohr digunakan untuk menentukan kadar halida atau pseudohalida di dalam larutan. Kromat (CrO4 2-) sebagai indikator titik akhir karena membentuk endapan Ag2CrO4 berwarna merah saat bereaksi dengan ion perak.
  • Titrasi Volhard merupakan teknik titrasi balik, digunakan jika reaksi berjalan lambat atau jika tidak ada indikator yang tepat utk pemastian TE. Dengan prinsip titrasi:  Larutan perak ditambahkan berlebih ke dalam larutan (pseudo)halida

            Br + Ag+ →   AgBr (endapan)

                          berlebih

Metode Volhard banyak digunakan untuk reaksi Ag+ dan Cl karena selain kelarutan endapannya kecil, suasana asam akan mencegah hidrolisis indikator Fe3+. Jika metode ini dilakukan dalam suasana netral akan terganggu oleh endapan kation-kation lain. Selain itu Metode Volhard digunakan pada titrasi langsung Ag+ dengan larutan CNS–  atau titrasi tidak langsung pada penentuan kadar Cl, Br dan I.

  • Titrasi Fajans menggunakan indikator adsorpsi, yakni senyawa organik yg teradsorpsi ke permukaan padat endapan (koloidal) selama proses titrasi  berlangsung.

Contoh : Fluoresens sbg anion fluoresenat (hijau kuning) bereaksi dg Ag+ membentuk endapan merah intensif yg teradsorpsi ke permukaan endapan koloidal krn adanya pasangan muatan ion.

Fluoresein adalah asam organik lemah, membentuk anion fluoreseinat yang tidak dapat diadsorpsi oleh endapan koloidal AgCl selama Cl berlebih. Akan tetapi saat Ag+ berlebih akan terjadi adsorpsi anion fluoreseinat ke lapisan Ag+ yang melapisi endapan, diikuti dengan perubahan warna menjadi pink.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s