TITRASI

Sebelum membahas apa itu titrasi? Sebaiknya mengetahui tujuan nya terlebih dahulu yaitu:
• Menentukan titik equivalen pada proses titrasi.
• Menentukan konsentrasi yang tidak diketahui dari suatu zat dengan metoda analisis volumetri atau titrasi.

Selanjutnya–>Titrasi adalah cara analisis yang memungkinkan kita untuk mengukur jumlah yang pasti dari suatu larutan dengan mereaksikannya dengan suatu larutan lain yang telah diketahui konsentrasinya. Karena pengukuran volume memainkan peranan penting dalam titrasi, maka teknik ini juga dikenali dengan analisa volumetrik.
Alat yang digunakan dalam proses titrasi adalah

Buret

Buret merupakan suatu pipa silindris panjang dengan rongga yang seragam sepanjang bagian yang berskala, yaitu ujung bawahnya berupa keran kaca dan ujung runcing. Dan biasa dipakai untuk penyimpanan larutan sekunder contohnya adalah NaOH. Larutan sekunder adalah senyawa yang relatif tidak stabil. Artinya konsentrasinya bisa berubah ketika disimpan. Dan konsentrasinya ditentukan dengan suatu proses standardisasi .Cara kerja sebuah buret :
Jika perlu, buret dicuci bersih-bersih dengan menggunakan bahan pencuci. Dan kemudian dibilas baik-baik dengan air suling. Sumbat keran diambil drai tubuh keran, dan setelah melap sumbat dan dinding dalam tubuh keran sehingga kering. Dan untuk membaca titik miniskus mata harus sama tinggi dengan miniskus, agar sesatan karena paralaks dapat dihindari.
Kalibrasi buret : jika diperlukan untuk mengkalibrasi suatu buret, penting untuk memastikan bahwa buret itu memuaskan dalam hal kebocoran dan waktu hantaran. Sebelum melakukan proses kalibrasi yang sebenarnya. Buret harus dicuci dan dibilas baik-baik, kemudian diuji kebocorannya. Sedangkan untuk menguji waktu penghantaran : bongkar komponen keran,keringkan,lumasi dan gabung kembali. Kemudian isi buret sampai tanda nol dengan air suling, dan taruh pada penjepitnya. Atur posisi buret sedemikian sehingga ujung paruhnya berada dalam leher sebuah labu erlenmeyer yang terletak pada standar buret, tetapi tidak menyentuh dinding dalam labu. Buka keran lebar-lebar dan catat waktu diperlukan oleh miniskus untuk mencapai tanda graduasi yang terbawah dari buret itu. Jika buret telah lulus dalam kedua uji ini,barulah kalibrasi dapat dimulai.

Erlenmeyer

Erlenmeyer adalah tempat penyimpanan larutan primer dalam proses titrasi. Larutan primer yaitu larutan yang disiapkan dengan cara menimbang secara akurat yang memiliki kemurnian tinggi dan melarutkannya dengan sejumlah tertentu pelarut dalam labu ukur. Larutan primer konsentrasinya didapat dari perhitungan.
Syarat zat yang bisa dijadikan standar primer :
1. 100% zat murni.
2. Zat tersebut harus stabil pada waktu dilakukan
Pemanasan.
3. Mudah diperoleh.
4. Zat standar primer memiliki MR.

Hal utama menggunakan erlenmeyer sebagai larutar standar primer adalah: agar pengamat bisa leluasa saat melakukan pengocokan, dan larutan pun tidak berceceran keluar.

Syarat titrasi,salah satunya :
1. Reaksi harus berjalan cepat.
2. Tidak ada hal lain yang menggangu reaksi antara analit dengan titran.
3. Reaksi kimia antar analit dan titrasi tidak dengan pasti dan jelas produk-produk yang akan dihasilkan.

Dalam titrasi kita akan menemukan :
1. Titik Equivalen : titik dimana tinggi mencapai setara secara stoikiometri.
2. TAT (Titik Akhir Titrasi) : Titik dimana proses titrasi diakhiri,ditandai dengan perubahan warna indikator sehingga mudah dilihat secara manual.
3. Indikator : senyawa yang sensitif (berubah warna) pada saat analit habis atau titran berlebih.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s