Analisis Kualitatif Anion

i. Analisis kualitatif adalah suatu proses dalam meneliti keberadaan suatu unsur kimia dalam jenis yang tidak diketahui. Dan merupakan salah satu cara untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan. Dalam metode analisis kualitatif dapat menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion / kation suatu larutan.

ii. Analisa kualitatif adalah penyelidikan kimia mengenai jenis unsur atau ion yang terdapat dalam suatu zat tunggal atau campuran. Analisa anionpun bertujuan untuk menganalisa adanya ion dalam sampel. Analisa anion dapat juga digunakan dalam berbagai bidang kehidupan, seperti dalam pemeriksaan darah, urin, dan sebagainya. Beberapa anion menunjukkan kenampakan yang sama dalam pemeriksaan. Untuk itu, analisa anion mutlak digunakan untuk mengidentifikasi masing-masing anion yang ada. Zat yang ingin diketahui dalam suatu senyawa biasanya adalah anion-kation yang menjadi penyusun zat itu. Zat yang biasanya digunakan dalam proses pengendapan terhadap uji kation dan uji anion adalah zat pengendapan terhadap anorganik dan organik. Zat pengendap anorganik umumnya menyebabkan terbentuknya garam atau senyawa hidroksida yang sukar larut.

iii. Jenis Analisis :

Analisis Makro

Analisis Semimikro

Analisis Mikro

Kuantitas zat 0,5-1 g Kuantitas zat sekitar 0,05 g Kuantitas zat kurang dari 0,01 g
Volume yang dipakai sekitar 20ml Volume yang dipakai sekitar 1ml Volume yang dipakai <1ml

Dari data diatas kita dapat mengetahui ketiga jenis analisis tersebut. Salah satunya yang dapat kita gunakan untuk menguji suatu unsur kimia dalam jenis yang tidak diketahui. Dan analisis yang paling mudah digunakan yaitu analisis semimikro. Mengapa?? Alasannya adalah banyak keuntungan yang kita dapat jika kita menggunakan jenis analisis semimikro. Beberapa keuntungan yang kita dapat seperti :

  1. Penggunaan zat yang sedikit.
  2. Kecepatan analisis tinggi. -> maka reaksipun akan cepat berlangsung.
  3. Ketajaman pemisahan yang meningkat.
  4. Penggunaan asam sulfida lebih sedikit.
  5. Penghematan peralatan.

iv. Secara umum ion adalah sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, karena dia tertarik menuju anoda. Dalam analisa anion dikenal adanya analisa pendahuluan yang meliputi analisa kering dan analisa basah. Analisa kering meliputi pemeriksaan organoleptis (warna, bau, rasa) dan pemanasan. Analisa basah adalah analisa dengan melarutkan zat-zat dalam larutan. Analisa basah meliputi pemeriksaan kelarutan dalam air, reaksi pengendapan, filtrasi atau penyaringan, dan pencucian endapan.
Untuk uji reaksi kering metode yang sering dilakukan adalah

1. Reaksi nyala dengan kawat nikrom : Sedikit zat dilarutkan kedalam HCL P. Diatas kaca arloji kemudian dicelupkan kedalamnya, kawat nikrom yang bermata kecil yang telah bersih kemudian dibakar diatas nyala oksidasi .

2. Reaksi nyala beilstein : Kawat tembaga yang telah bersih dipijarkan diatas nyala oksida sampai nyala hijau hilang. Apabila ada halogen maka nyala yang terjadi berwarna hijau.
3. Reaksi nyala untuk borat : Dengan cawan porselin sedikit zat padat ditambahkan asam sulfat pekat dan beberapa tetes methanol, kemudian dinyalakan ditempat gelap. Apabila ada borat akan timbul warna hijau.

v. Anion-anion dapat dikelompokkan sebagai berikut:

a. Anion sederhana seperti O2,F- atau CN-.

b. Anion oksodiskret seperti NO3- atau SO42-.

c. Anion polimer okso seperti silikat, borad, atau fospat terkondensasi.

d. Anion kompleks halida, seperti TaF6 dan kompleks anion yang mengandung anion berbasa banyak seperti oksalat

Contoh ANION
1. Cl-                               6. F-                                           
2. I-                                  7. NO2-
3. SCN-                           8. NO3-
4. S2-                              9. Br-
5. CH3COO-                 10. Clo3-

 

 

 

 

 

 

 

 

 

vi. Pengujian untuk anion dalam larutan
1. Uji sulfat
2. Uji untuk zat pereduksi
3. Uji untuk zat pengoksid
4. Uji dengan larutan perak nitrat
5. Uji dengan larutan kalsium klorida
6. Uji dengan larutan besi

vii. Uji khusus untuk campuran anion :

A. Karbonat dengan kehadiran sulfit : Sulfit bila diolah dengan asam sulfat encer, membebaskan belerang dioksida yang seperti karbon dioksida, menyebabkan kekeruhan dengan air kapur ataupun air barit.
B. Nitrat dalam kehadiran nitrit : Nitritnya mudah diidentifikasi dalam kehadiran nitrat dengan mengolahnya dengan asam mineral encer, kalium iodida dan pasta kanji (atau kertas kalium iodida-kanji), ataundengan ujim tiourea.
C. Nitrat dalam kehadiran bromida dan iodida : Uji cincn coklat untuk nitrat tak dapat diterapkan dengan kehadiran bromida dan iodida karena halogen bebas yang dibebaskan dengan asam sulfat pekat akan mengaburkan cincin coklat yang disebabkan oleh nitrat.

D. Nitrat dalam kehadiran klorat : Klorat mengganggu uji cincin coklat. Nitrat direduksi menjadi amonia.
E. Klorida dalam kehadiran bromida dan iodida : Prosedur ini mencangkup pembuangan bromida dan iodida dengan kalium atau amonium peroksodisulfat dengan adanya asam sulfat encer.
F. Klorida dalam kehadiran iodida (bromida tidak ada) : Asamkan larutan dengan asam nitrat encer , tambahkan larutan perak nitrat berlebih, dan saring, buang filtrat.
G. Klorida dalam kehadiran bromida (iodida tidak ada) : Asamkan larutan dengan asam nitrat encer dan tambahkan asam nitrat perak sebanyak larutannya.
H. Bromida dan iodida dengan kehadiran satu sama lain : Kehadiran klorida tidak mengganggu reaksi yang akan diuraikan.
I. Fosfat dalam kehadiran arsenat : Baik arsenat maupun fosfat memberikan endapan kuning bila dihangatkan dengan larutan amonium molibdat dan asam nitrat, fosfat pada penghangatan yang lembut (tidak lebih dari 40 derajat) dan arsenat pada pendidihan.

“Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca dan melihat….semoga bermanfaat :)”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s